Tuhan menganugrahkan kehidupan pada makhluk yang
diciptakannya untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Namun kehidupan yang
dijalani sering kali memberikan cabaran dan kesulitan, sehingga membuat seseorang
akan merasa iri dengan kehidupan orang lain yang terlihat lebih menyenangkan.
Disinilah peran dari kata “bersyukur” dibutuhkan, supaya kita terhindar dari
apa itu kata “iri” terhadap kehidupan orang lain.
Tuhan memberikan manusia kebebasan memilih langkah
dalam kehidupan, namun bukan berarti tidak ada konsekwensi dibalik pilihan
tersebut. Seseorang bisa memilih kehidupan konstan tanpa menciptakan perubahan
yang berarti hanya karna dia tidak ingin mengambil resiko dalam hidupnya. Ada
juga seseorang yang jatuh bangun karna problematika kehidupan, atas segala
resiko yang dia ambil, namun akhirnya dia bisa sukses dan mendapatkan masa
depan yang lebih baik karna dia menantang resiko tersebut dengan keyakinan
untuk maju.
Manusia merupakan makhluk yang tidak akan pernah
merasa cukup dengan apa yang dia miliki, dan saya yakin sebagian besar dari
populasi manusia yang ada di muka bumi ini akan mengakuinya walau hanya pada
diri sendiri. Sering kali kita merasa iri dan ingin memiliki apa yang orang
lain miliki, benar sekali yang pepatah katakan “Rumput tetangga selalu lebih hijau dibanding rumput yang ada di halaman sendiri”.
Hey… tapi lihat dulu apa yang telah mereka lakukan
untuk mendapatkan rumput yang lebih hijau itu, karna kebanyakan dari kita hanya
melihat hasil bukan proses. Kita bahkan tidak tau pasti yang sebenarnya, bisa
saja rumput yang lebih hijau itu adalah rumput yang sangat mahal yang
perawatannya membutuhkan lebih banyak waktu dan materi. Kemungkinan kita tidak
mampu untuk meluangkan waktu bahkan tidak sanggup menyisihkan materi untuk
merawatnya. Atau mungkin rumput hijau itu adalah rumput sintetis, keras dan
kaku yang akan membuat kita meringis apabila menapakinya.
Kekuatan terbesar pada manusia dalam menghadapi
masalah kehidupan adalah hati, dan cara menjaga hati agar tetap terpelihara
adalah dengan menjaga mata. Karna mata bisa dikatakan sebagai sarana yang
memberikan informasi kedalam hati. Tidak semua informasi yang diberikan mata
adalah yang sebenarnya, dan hati pun akan menangkap informasi tersebut dengan
arti yang berbeda-beda. Bahkan sifat iri pun disebabkan oleh mata yang melihat
kelebihan orang lain yang kemudian di transfer ke dalam hati. Dan terbentuklah
“iri hati”. Segala hal bersumber dari dari hati, tekad, niat, keyakinan,
kesedihan, galau, cinta, kasih, dendam, benci dan banyak hal lainnya. Maka
untuk menjalani kesulitan dalam kehidupan pun kita harus memelihara hati, karna
saat masalah menerjang dan kita membiarkan hati kita lemah tanpa disirami oleh keyakinan
dan harapan untuk bangkit, maka ia hanya seperti sebuah tanaman layu dan mudah
tercerabut dari tanah.
Berikut untaian kutipan motivasi yang mungkin akan
menyadarkan kita bahwa apa yang Tuhan berikan selalu hal yang jauh lebih lebih
indah dibanding apa yang kita minta.
“I
asked God for strength that I might achieve, I was made weak that I might learn
humbly to obey. I asked for health that I might do greater things, I was given
infirmity that I might do better things. I asked for riches that I might be
happy, I was given poverty that I might be wise. I asked for power that I might
have the praise of men, I was given weakness that I might feel need of God. I
asked for all things that I might enjoy life, I was given life that I might
enjoy all things. I got nothing that I asked for, but everything I hoped for.
Almost despite myself, my unspoken prayers were answered.”~ Unknown
Pada intinya yang harus kita lakukan untuk mendapatkan
kehidupan yang kita inginkan adalah dengan berusaha dan mensyukuri apa yang
telah kita miliki. Percayalah Tuhan jarang sekali memberikan apa yang kita
inginkan karna Dia selalu lebih tau apa yang kita butuhkan.